Diduga Disekap dan Dianiaya Selama Tiga Tahun, Perempuan Bandung Masih Dirawat Intensif
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Bandung, Minggu, 21 Juni 2026 — Seorang perempuan berinisial YTR (29) masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh pria berinisial TH (30).
Kasus tersebut kini ditangani Polda Jawa Barat yang masih melakukan pengejaran terhadap TH. Polisi menyebut terduga pelaku diduga berpindah-pindah lokasi sehingga belum berhasil diamankan.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka berat pada bagian kepala, wajah, dan kaki.
Akibat luka tersebut, korban mengalami gangguan pada kemampuan melihat, berbicara, dan berjalan secara normal.
Perkara ini terungkap setelah keluarga menerima informasi melalui pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal mengenai keberadaan korban di Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung. Setelah mendatangi rumah sakit dan melihat kondisi korban, keluarga melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya tidak diketahui keberadaannya selama sekitar tiga tahun. Selama periode tersebut, komunikasi hanya sesekali terjadi melalui aplikasi pesan singkat tanpa informasi jelas mengenai lokasi korban.
Kakak korban, Melanie Silviani, mengatakan YTR masih menjalani penanganan medis untuk mengatasi infeksi serius pada bagian kepala dan wajah sebelum menjalani operasi lanjutan.
Tim dokter disebut masih fokus membersihkan area luka yang mengalami infeksi agar kondisi korban cukup stabil untuk tindakan rekonstruksi wajah.
Sementara itu, penyidik masih mendalami dugaan penyekapan, penganiayaan berat, serta hilangnya sejumlah barang berharga milik korban. Berdasarkan informasi dari kepolisian, kerugian materiil yang dilaporkan mencapai sekitar Rp52 juta.
Kasus tersebut telah tercatat dalam laporan polisi Nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/Polda Jawa Barat. Polisi menyatakan penyelidikan dan pencarian terhadap terduga pelaku masih berlangsung. (*)